Membuat Home Recording, kamu pasti memerlukan DAW (Digital Audio Workstation). DAW merupakan salah satu instrumen dasra yang sangat dibutuhkan, apabila kamu ingin melakukan recording vokal. Karena Daw ini memiliki fungsi untuk merekam, mengedit dan melakukan mixing audio. Mixing audio sendiri adalah proses dalam mengambil rekaman lagu dan menyatukan bersama, sehingga rekaman suara pertama, kedua, dan ketiga dapat disatukan dengan menggunakan mixing audio.
Tujuan dilakukannya mixing audio adalah untuk menghasilkan rekaman multi-track yang terbaik dengan menyesuailkan levels, panning, dan efek berbasiskan waktu, seperti pada chorus, reverb dan delay.
Nah untuk mempermudah kamu dalam melakukan mixing audio dari hasil rekaman kamu, munculah software mixing audio yang dapat membantu dan mempermudah kamu. Apa saja itu? silanhkan kamu bisa cek di daftar berikut ini :
1. Adobe Audition
Adobe Audition bisa kamu coba secara gratis jika kamu memang belum yakin mau pakai software apa. Saat kamu sudah menyukainya, kamu bisa berlangganan mulai dari Rp. 300.000/bulan.
Adobe Audition merupakan salah satu software pengeditan audio terbaik yang bisa kamu dapatkan. Aplikasi ini hadir dengan beberapa fitur luar biasa yang telah diasah dengan pengalaman bertahun-tahun yang dimiliki tim adobe dalam menciptakan aplikasi yang kuat untuk pengguna profosional.
Adobe Audition dilengkapi dengan fitur-fitur seperti multi-track editing dan mixing yang pasti akan membuat pengalaman editing audiomu menjadi lebih mudah dan efisien. Perangkat lunak ini juga dilengkapi dengan fitur yang disebut "Auto Ducking" yang menggunakan teknologi AI bernama "Adobe Sensei" buatan Adobe untuk mencari tahu tempat dimana kamu mungkin ingin menurunkan volume trek latar belakang untuk suara vokal, ucapan dan semacamnya.
2. Audacity
Audacity software yang gratis dan tersedia untuk berbagai sistem operasi ini tentu sangat layak untuk kamu coba jika kamu sedang mencari software pengeditan audio yang cocok untukmu. Walaupun gratis, namun Audacity memiliki hampir semua fitur yang kamu butuhkan.
Ada banyak efek seperti bass, trebble, distorsi, penghapusan noise dan banyak lagi. Seiring dengan itu, Audacity juga dilengkapai dengan alat analisis seperti beat finder, finder silence,
finder suara, dan lain-lain. Seperti kebanyakan software pengeditan audio luar sana, Audacity mendukung hampir semua format file audio seperti MP3, WAV, AIFF, PCM, OGG Vorbis, FLAC, AC3, AMR, WMA, MP4, dan banyak lagi.
3. Presonus Studio One
Software pengeditan audio lain yang mungkin ingin kamu coba, Presonus Studio One 4 adalah DAW serbaguna yang hadir dengan banyak fitur keren dan berguna. Ada dukungan untuk beberapa trek, dan dengan fitur Chord Track Studio One, kamu bisa dengan mudah membuat prototipe cepat dari suatu lagu dan mendapatkan gagasan tentang seperti apa mereka terdengar.
Chord Track membawa fitur seperti modulasi kunci, substitusi akor dan lainnya untuk membuat protoyping lebih mudah. Studio One dapat secara otomatis mengidentifikasi chord dari track audiomu. Namun untuk pemula software ini kurang cocok.
4. Ableton Live
Software mixing audio selanjutnya adalah Ableton Live. Ableton Live juga cukup banyak terkenal bagi para komposer lagu dalam memixing audion dengan genre musik elektronik. Ableton Live ini memiliki kecanggihan tersendiri bagi software mixing audio, dimana software ini mendukung unlimited audio dan midi tracks, sehingga kamu dapat memasukkan banyak tracks ke dalam suatu proyek sesuai dengan kebutuhan kamu.
Selain itu, Ableton Live ini juga mendukung adanya MIDI capture, 256 mono input channels dan 256 mono output channels. Namun, sangat di sayangkan walaupun software mixing audio Ableton Live ini berbayar, tetapi software ini tidak memiliki fitur editing audio yang lengkap seperti software mixing audio lainnya. Hal tersebutlah yang menjadi kekurangan dari Ableton Live ini. Walaupun seperti itu, Ableton Live ini tetap menjadi software mixing audio terbaik dalam genre musik elektronik.
5. FL Studio 12
Software Mixing Audio kali ini sangat populer di kalangan komposer musik di dunia yaitu FL Studio 12. Seperti Martin Garrix, Avici, Zardonic, Southside, Mike Will, Made It, Dyro, Madeon, Slushii, Porter Robinshon, bahkan Alan Walker menggunakan software ini. FL Studio biasanya digunakan untuk VST instrument dan juga berfungsi sebagai ReWire client.
FL Studio hadir dengan beragam Virtual Effect sepeerti Gross Beat yang memungkinkan anda untuk memanipulasi volume maupun nada. Hardcore Guitar Suite yang merupakan plugin yang didesain menyerupai gitaris Stomphoxes yang berfungsi sebagai vocoder effect yang bekerja secara real-time, pitcher yang berfungsi sebagai pengoreksi nada yang bekerja secara real-time dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, FL Studio juga memiliki beragam generator plugin seperti 3Xosc, Autogun, Boobass, Buzz Generator Adaptor, Drumaxx, Drum Synth Live , FL Slayer, Groove Machine, Toxic Biohazard, TS-404, WA SP/WA SP XT, dan FL Soundfont Player. Software ini juga tak membutuhkan spesifikasi yang besar untuk dijalankan.
Semua opsi di atas ini cukup bagus namun semuanya kembali kepada kebutuhan dan gaya kerjamu masing-masing. Karena itu, manfaatkan uji coba gratis pada sederet software ini, untuk mengetahui software mana yang paling cocok untukmu. Sekian dari gue untuk artikel kali ini, semoga bermanfaat. :)





No comments:
Post a Comment